Mengenal Sejarah Festival Qixi: Hari Valentine China yang Jatuh Pada Tanggal 10 Agustus 2024

by

Festival Qixi (Hanzi: 七夕节, Pinyin: Qī xī jié ) atau dikenal juga sebagai Hari Valentine China, diperingati setiap tahunnya pada hari ketujuh bulan ketujuh dalam kalender lunar Tionghoa. Untuk tahun ini, perayaan tersebut jatuh pada 10 Agustus 2024.

Festival Qixi, yang juga dikenal sebagai Festival Bintang Jatuh, adalah perayaan yang merayakan kisah cinta antara seorang pengrajin dan seorang putri dari surga. Diperingati setiap tahun pada tanggal ketujuh bulan ketujuh dalam kalender lunar Tionghoa, festival ini memiliki akar yang dalam dalam budaya Tiongkok dan telah menjadi salah satu perayaan yang paling diantisipasi di kalender Tionghoa. Mari kita telusuri lebih lanjut tentang festival yang kaya akan mitos dan simbolisme romantis ini.

Asal Usul Festival Qixi

Festival Qixi memiliki akar yang panjang dalam mitologi Tiongkok kuno. Kisah cintanya berasal dari zaman Dinasti Han Timur (25-220 M), meskipun festival itu sendiri telah ada sejak zaman Dinasti Han Barat (206 SM – 9 M). Kisah aslinya mengisahkan tentang seorang pengrajin bernama Niulang dan seorang putri surga bernama Zhinü.

Menurut legenda, Zhinü turun ke dunia manusia dan jatuh cinta dengan Niulang. Mereka menikah dan memiliki dua anak. Namun, ketika Kaisar Surgawi mengetahui hubungan mereka, ia marah dan memisahkan mereka dengan membentangkan Sungai Silver, atau yang juga dikenal sebagai Sungai Celestial, antara mereka. Maka, Zhinü dipaksa untuk kembali ke surga.

Tersentuh oleh cinta Zhinhu dan Niulang, burung murai di darat terbang ke surga dan membantu pasangan itu dengan membentuk jembatan di seberang sungai. Kehadiran jembatan tersebut memungkinkan keduanya untuk bersatu kembali.

Cinta mereka menggerakkan ibu Zhinhu, yang akhirnya mengizinkan pasangan itu bertemu setahun sekali pada hari yang sama, yakni hari ketujuh dari bulan lunar ketujuh. Soal tradisi, banyak kebiasaan dan praktik yang terkait dengan Festival Qixi atau Hari Valentine China ini.

Tradisi dan Perayaan Festival Qixi

Festival Qixi diperingati dengan berbagai cara di seluruh Tiongkok dan negara-negara Asia Timur lainnya. Di banyak tempat, wanita muda membuat kue bulan khusus dan menonton bintang-bintang bersama dengan pasangan mereka. Mereka juga memanjatkan doa untuk kesejahteraan dan kebahagiaan dalam hubungan mereka.

Di beberapa daerah, perayaan melibatkan ritual khusus seperti menulis harapan dan doa pada kertas lalu melemparkannya ke sungai atau mempersembahkan buah dan bunga kepada Zhinü. Selain itu, banyak orang mengenakan pakaian tradisional dan berpartisipasi dalam pertunjukan, pameran seni, dan pesta jalanan yang meriah.

Makna dan Simbolisme Festival Qixi

Festival Qixi tidak hanya merayakan kisah cinta antara Niulang dan Zhinü, tetapi juga mengajarkan nilai-nilai seperti kesetiaan, pengorbanan, dan tekad. Kisah mereka juga dianggap sebagai metafora untuk keharmonisan alam semesta dan keyakinan bahwa cinta akan mengatasi segala rintangan.

Festival Qixi adalah perayaan yang meriah dan penuh makna bagi masyarakat Tiongkok dan Asia Timur. Dengan mitosnya yang mempesona dan tradisinya yang kaya, festival ini tidak hanya memperingati kisah cinta yang luar biasa, tetapi juga menghubungkan generasi dengan nilai-nilai budaya yang mendalam. Sebagai perayaan yang dihormati dan dinantikan setiap tahunnya, Festival Qixi terus mengilhami cinta dan kebersamaan di seluruh dunia.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *