Membedakan Teks Laporan Investigasi

by -321 views
Membedakan Teks Laporan Investigasi
Sumber: freepik.com

Membedakan teks laporan investigasi dan teks deskriptif

Sudahkah kamu memahami teks laporan investigasi? Ayo, ingat kembali struktur dan ciri-ciri laporan investigasi! Kali ini, kamu akan membedakan teks laporan investigasi dengan teks deskriptif. Teks deskriptif dan teks laporan investigasi sama-sama menggambarkan objek atau suatu peristiwa secara terperinci. Namun, pada teks investigasi selain melakukan pengamatan, penulis perlu mencari sumber lain untuk mendukung tulisannya, seperti melakukan wawancara dan studi pustaka. Untuk lebih memahaminya, bacalah kedua teks berikut dengan cermat!

Teks 1

Burung merak hijau atau yang sering disebut burung merak Jawa memiliki nama latin Pavomuticus dalam lampiran PP No.7 Tahun 1999 yang tertulis burung merak merupakan burung dari tiga spesies merak.

Merak hijau memiliki bulu yang sangat indah. Bulu-bulunya berwarna hijau keemasan. Burung jantan dewasa berukuran amat besar, panjangnya bisa mencapai 300 cm, dengan penutup ekor yang amat panjang. Di atas kepalanya ada jambul tegak. Burung betina memiliki ukuran yang lebih kecil dari burung jantan. Burung betina memiliki bulu yang kurang mengkilap, berwarna hijau keabu-abuan serta tanpa dihiasi bulu penutup ekor.

Populasi merak hijau tersebar di hutan terbuka yang terdapat padang rumput antara lain di Republik Rakyat Cina dan Indonesia. Pada mulanya, burung merak hijau juga ditemukan di India, Bangladesh, dan Malaysia. Akan tetapi, saat ini sudah punah di sana.

Di Indonesia, merak hijau hanya terdapat di Pulau Jawa Habitatnya ada di Taman Nasional Alas Purwo, Jawa Timur. Di samping itu, diperkirakan juga ada di Taman Nasional Ujung Kulon serta Taman Nasional Meru Betiri.

Populasi merak hijau terus menyusut. Hal ini disebabkan oleh rusaknya habitat serta pemburuan liar. Burung langka yang indah ini diburu untuk diambil bulunya maupun diperdagangkan sebagai hewan peliharaan. Untuk menghindari kepunahan, burung langka ini dilindungi undang-undang dalam lampiran PP No.7 Tahun 1999. Selain itu, International Council for Bird Preservation juga telah menetapkan bahwa merak hijau sebagai hewan yang hampir punah.

Sumber : satwa.net dengan penyesuaian

 

Teks 2

Pada hari Minggu, Rena dan keluarga menuju ke Taman Burung Nusantara. Di sana. mereka melihat berbagai jenis burung, seperti burung kenari, burung camar, burung jalak, burung beo, dan burung cenderawasih.

Selain jenis-jenis burung tersebut, ada satu burung yang sangat cantik yang Rena temui di sana. Penasaran dengan nama burung tersebut, Rena pun bertanya kepada ibunya. Ibunya memberitahu Rena bahwa burung yang dimaksud adalah burung merak.

Burung merak yang diamati Rena memiliki bentuk tubuh yang sangat cantik. Panjang tubuh hewan tersebut kurang lebih 210 cm. Burung merak mempunyai kaki yang panjang dan ramping, dilengkapi dengan taji.

Burung merak jantan mempunyai bulu ekor yang sangat indah dan dapat direntangkan seperti kipas raksasa. Pada bulu ekor yang direntangkan tersebut terdapat pola berbentuk bulatan seperti mata yang tergambar indah. Burung merak betina tidak mempunyai bulu ekor panjang, warna bulu pada mantel, leher, dan dada berwarna hijau mengkilap. Bulu leher sampai kepala berwarna hijau seperti susunan genting. Di atas kepala agak ke belakang terdapat bulu yang bertangkal tersusun pipih. Rena melihat burung tersebut sedang memakan biji-bijian. Ibu bilang, burung merak adalah hewan omnivora, yaitu hewan yang memakan tumbuhan dan memakan daging juga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *