Langkah-langkah Menyusun Teks Ulasan

by -137 views
Langkah-langkah Menyusun Teks Ulasan
Sumber: researchpapers.io

Menyusun Teks Ulasan

Dalam menyusun teks ulasan, penulis harus memperhatikan bagian-bagian yang harus dijabarkan dengan langkah-langkah yang benar. Secara umum, teks ulasan dapat ditulis dengan langkah-langkah sebagai berikut :

  1. Gambaran umum
  2. Evaluasi
  3. Interpretasi
  4. Simpulan

Bacalah teks ulasan berikut.

Ulasan Novel Why They Didn’t Ask Evan? Karya Agatha Christie

 

Cerita bermula ketika Bobby Jones, anak seorang pendeta ternama di Marchbolt, sedang bermain golf bersama teman-temannya. Pukulan yang terlalu kuat melambungkan bola hingga ke ujung tebing, tak dinyana, Bobby menemukan seseorang dengan kondisi mengenaskan terbaring di dekat tebing. Bobby segera mencari pertolongan, pertolonganpun datang dari seorang pemuda yang memperkenalkan dirinya sebagai Roger Bassington-ffrench. Ia segera memanggil ambulans dan meninggalkan pria yang sekarat tersebut bersama pemuda yang baru saja ditemuinya.

Pria yang ditemukan Bobby sedang terkapar akhirnya menghembuskan napas terakhir dalam perjalanan menuju rumah sakit. Ia teridentifikasi sebagai Alex Pritchard. Identifikasi tersebut dilakukan berdasarkan keterangan dari adiknya, Amelia Cayman, yang foto beserta alamatnya tertinggal di saku korban. Ny. Cayman segera manemui Bobby untuk mengucapkan terima kasih karena ia telah menolong kakaknya di saat-saat terakhir. Tetapi anehnya, sebelum Alex Pitchard meninggal, Bobby sempat melihat siluet cantik gadis muda berambut panjang dalam selembar foto. Dan sosok tersebut sangat jauh berbeda dengan Ny. Cayman. Tetapi yang lebih membuat Bobby bingung adalah kata-kata terakhir Alex Pitchard yang sempat dibisikannya di telinga Bobby, “Mengapa mereka tidak memanggil Evans?”

Setelah menemukan Alex Pitchard dalam kondisi yang cukup mengenaskan, serentetan kejadian aneh seolah terus mengikuti langkah Bobby, ia tiba-tiba tergeletak dipinggir jalan ketika minuman ringan yang diminumnya teridentifikasi mengandung toksin kuat. Keanehan semakin menjadi-jadi ketika ia yang masih tergeletak di Rumah sakit menemukan foto yang ada di surat kabar bukanlah foto gadis cantik berambut panjang yang ia temukan di saku korban. Akhirnya, bersama teman semasa kecilnya, Lady Francess Darwent, ia memutuskan untuk menguak misteri ini.

Penyelidikan berawal dari menguak jati diri Roger Bessington-ffrench, karena Bobby dan Frankie mencurigainya sebagai pelaku pembunuhan atas Alex Pritchard. Bobby segera menyusun strategi seolah-olah Frankie mengalami sebuah kecelakaan lalu lintas, tepat diseberang jalan kediaman keluarga bessington-ffrench di Merroway Court, Hampshire. Frankie yang notabene anak seorang milyuner ternama di Inggris segera disambut baik oleh keluarga bassington-ffrench. Ia bermalam beberapa hari di rumah itu.

Dalam penyeledikan, Frankie dan Bobby bekerja sama untuk menguak siapa dalang di balik kematian Alex Pritchard, dimulai dari Roger Bessington-ffrench, si saksi utama. Tetapi hasilnya sangat diluar dugaan, karena mereka menemukan bahwa Roger merupakan pemuda baik yang sanagt bertanggung jawab pada keluarga, termasuk kakak-tunggalnya, Sylvia Bessington-ffrench. Penyelidikan berakhir pada sosok Sylvia yang terkesan sedang menutup-nutup sesuat. Dari Sylvia lah. Frankie mengetahui identitas sebenarnya dari sosok mayat yang ditemukan Bobby di dekat tebing, ternyata ia adalah Allan Carstair pria setengah baya yang konon katanya tengah menyelidiki misteri dari kematian sahabat karibnya, Jhon Ssavage.

Setelah mengetahui identitas sebenarnya dari Alan Carstairs, misteri semakin mengerikan. Frankie dihadapkan pada sebuah konspirasi kejam yang didalangi oleh gembong pemeras international, yang diketuai oleh Roger Bessington-ffrench dan kekasihnya Moira, yang menyamar menjadi gadis pesakitan yang membutuhkan perlindungan. Moira akhirnya diketahui sebagai gadis yang membunuh sekaligus memeras seluruh harta Jhon Savage. Penyelidikan tersebut hampir merenggut nyawa Frankie, tetapi akhirnya semua berakhir menyenangkan. Semua misteri berhasil terungkap dan pelaku berhasil diringkus oleh petugas berwajib.

Sinopsis novel Why They Didn’t Ask Evans? Menggambarkan betapa Agatha Christie memperhatikan setiap detail dari ceritanya. Misteri yang disajikan bukan misteri ekstrem yang menampilkan adegan-adegan berbau kekerasan, suasana kelam justru ditampilkan dalam penggambaran klasik yang mencekam. Kekuatan Agatha Christie terletak pada pemilihan kata yang terkesan lugas. Tetapi sebenarnya lebih dalam dan menyeluruh. Karakterisasinya pun terasa begitu nyata, bukan tokoh-tokoh surealis dengan absurdisme dialog yang amburadul. Maka dari itu, rasanya pantaslah bila Why They didn’t Ask Evans? Dipilih sebagai ulasan untuk artikel Contoh Review Text Novel kali ini. Novel ini menjelma menjadi best-seller ketika beberapa penerbit kenamaan di Eropa berebut untuk mempublikasikannya di negaranya masing-masing baik dalam bentuk buku maupun layar lebar. Penerbit Inggris yang pertama menerbitkan buku ini adalah Collins Crime Club pada tahun 1934 bertajuk The Boomerang Clues. Animo masyarakat yang begitu besar menarik penerbit lain untuk segera mengambil keuntungan dari buku tersebut, Republic Cheko menerbitkannya dengan judul Proč nepožadali Evanse?, Jerman Ein Schritt ins Leere, di Hungaria Miert nem szoltak Evansnek?, dan di Slovakia Preco nepoziadali Evans?. 

 

Pada teks di atas dijelaskan langkah-langkah yang terdapat dalam struktur teks ulasan, yaitu sebagai berikut.

  1. Gambaran umum: Sinopsis Novel Why They didn’t Ask Evans? Menggambarkan betapa Agatha Christie memperhatikan setiap detail dari ceritanya.
  2. Evaluasi: Maka dari itu, rasanya pantaslah bila Why They didn’t Ask Evans? Dipilih sebagai bahan review untuk artikel Contoh Review Text Novel kali ini. Novel ini menjelma menjadi Best-Seller ketika beberapa penerbit kenamaan di Eropa berebut untuk mempublikasikannya di negaranya masing-masing, baik dalam bentuk buku maupun layar lebar. Penerbit Inggris yang pertama menerbitkan buku ini adalah Collins Crime Club pada tahun 1934 bertajuk The Boomerang Clues.
  3. Interprestasi: Misteri yang disajikan bukan misteri ekstrem yang menampilkan adegan-adegan berbau kekerasan, suasana kelam justru ditampilkan dalam penggambaran klasik yang mencekam. Kekuatan Agatha Cristhi terletak pada pemilihan kata yang terkesan lugas tetapi sebenarnya lebih dalam dan menyeluruh. Karakteristiknya pun terasa begitu nyata, bukan tokoh-tokoh surealis dengan absurdisme dialog yang amburadul.
  4. Simpulan: Animo masyarakat yang begitu besar menarik penerbit lain untuk segera mengambil keuntungan dari buku tersebut, Republic Cheko menerbitkannya dengan judul Proc nepozadali Evanse?, di Jerman Ein Schritt Leere, di Hungaria Miert nem szoltak Evansnek?, dan di Slovakia Preco nepoziadali Evans?.

 

Menelaah dan Merevisi Teks Ulasan

Kegiatan menelaah dan merevisi teks disebut penyuntingan. Penyuntingan adalah memperbaiki karangan berdasarkan kaidah-kaidah yang benar yang meliputi ejaan (harus sesuai dengan EyD), tanda baca, pilihan kata, kalimat, paragraf, sistematik penyajian, keterbacaan, dan kebenaran konsep.

Tujuan penyuntingan adalah menyiapkan suatu karangan supaya lebih baik dan mengurangi kesalahan yang mungkin ada dalam karangan tersebut.

Perhatikan teks ulasan berikut ini.

Sesuai dengan rating lembaga sensor film, The Raid adalah film khusus konsumsi dewasa, jadi janganlah sekali-kali membawa anak-anak menonton film ini. Hal ini disebabkan oleh, adegan-adegan yang sangat sadis dan kasar, ditambah lagi cucuran darah di mana-mana, serta dialog-dialog yang sangat emosional. Tapi bagi kalian pecinta film aksi cukuplah berbangga hati karena akhirnya Indonesia punya film aksi yang patut sangat dibanggakan. Semoga kehadiran The Raid mampu menjadi kebangkitan bagi film aksi tanah air.

Pada paragraf di atas, terdapat beberapa kesalahan. Pertama, kata lembaga sensor film haruslah ditulis capital menjadi Lembaga Sensor Film karena nama suatu lembaga resmi. Kedua, kata dimana-mana yang tidak sesuai dengan EyD. Penulisan yang tepat adalah di mana-mana karena partikel “di” merupakan sebuah preposisi bukan imbuhan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *