Boleh Nggak Sih Kita Ngebanding-bandingin Kesedihan?

by -84 views
Boleh Nggak Sih Kita Ngebanding-bandingin Kesedihan?
Sumber: shamehack.com

Fans Kpop Shinee khususnya fans Jonghyun pasti masih bersedih atas kematiannya menjelang pergantian tahun lalu. Tapi nggak cuma itu, kita juga sedih karena ada akun meme yang nyinyir sama ekspresi duka fansnya dengan nge-posting twit unempathic yang nuduh orang-orang kurang bersimpati sama duka rakyat Palestina. Dan para fans Jonghyun ini merespon nyinyiran itu dengan cara buka donasi buat rakyat Palestina dan berhasil ngumpulin uang Rp200 juta buat didonasiin.

 

Well, kesedihan kata psikiater Lisa Firestone definisnya kurang lebih kayak gini “sadness is a natural part of life and is usually connected with certain experiences of pain or loss or even a meaningful moment of connection or joy that makes us value our lives” seperti dilansir dari Psychology Today. Jadi nggak ada satupun dari kita yang absen dari perasaan duka cita meski cara dan sebabnya beda-beda. Ekspresinya buat tiap orangpun subjektif banget. Jadi apa dong yang nggak boleh kita lakuin waktu berhadapan sama orang yang berduka?

 

1. COMPARING

Russell Friedman, Founder dari The Grief Recovery Institute dan juga penulis beberapa buku tentang psikologi ini pernah bilang kalo ‘comparison robs dignity because you never know how someone else’s feel’. Betul banget guys, kita nggak tahu apa yang orang lain rasain, jadi nggak usah kita bandingin kenapa ekspresi seseorang pas ngadepin kesedihan bisa beda-beda.

 

2. DENIAL

Beberapa dari kita nyebutin orang lain ‘alay ngets’ karena mengekspresikan dukanya sama sesuatu. Satu hal yang dari sekarang wajib kita terima, duka cita itu nyata dan nggak bisa dihitung pake skala mau sampe kapan dia bakal berduka. Kesedihan bukan perlombaan yang mana yang harus kelar duluan. Jadi sebaiknya kita ada buat mereka yang lagi berduka dan mendengarkan tanpa menghakimi kesedihan orang.

 

3. WORSEN THEIR FEELING

Nyadar nggak sih kalo kadang kita pura-pura bahagia dan baik-baik aja meski lagi galau banget di depan orang karena nggak berani ngungkapin kesedihan dan takut dikira mendramatisir keadaan? Kalo kita tahu betapa enggak enaknya maksain ketawa, udah seharusnya kita ngasih izin orang lain buat terbuka atas perasaan mereka. Kehilangan, kesedihan, kekecewaan bukan salah orang yang ngerasain emosi, jadi sebaiknya kita ‘nerima’ keadaan itu dan sadar kalo duka cita adalah bagian dari emosi yang nggak bisa kita sama ratain antara satu orang dengan orang yang lainnya.

 

Singkat kata, kita nggak berhak nge-judge orang yang sedih, dan udah seharusnya lebih berempati terhadap keadaan mereka. Masih mengamini kata Friedman.. you never know how someone else’s feel. Dan duka cita untuk peristiwa apapun, sah-sah aja. Semangat ya kita-kita yang lagi berduka, semoga tahun 2018 kita lebih asyik dari tahun-tahun sebelumnya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *